Perbedaan Mahar dan Cincin Kawin, ini dia ulasan nya

Friday, January 13th 2017.

Mungkin pernah muncul pertanyaan di benak kita, apa bedaanya cincin kawin dengan mahar? Cincin kawin merupakan sebuah simbol pernikahan, yang melingkar di jari anda dan pasangan. Logam yang biasa di jadikan cincin kawin atau cincin nikah adalah logam mulia emas atau yang senyawa dengan emas seperti palladium, platina/platinum, perak. Kenapa harus logam mulia, karena memiliki nilai jual atau investasi jangka panjang. Akan tetapi jarang orang menjual cincin kawin, kecuali kepepet kebutuhan (tidak punya duit). Bentuk cincin pernikahan atau cincin kawin adalah couple atau sepasang, walaupun ada yang memilih single.

Biasanya cincin kawin itu berupa cincin emas, cincin kawin emas, cincin kawin berlian, cincin kawin palladium, cincin nikah unik, cincin emas kawin, cincin nikah platina, cincin perak dan sejenisnya. Bagi pria muslim tidak boleh memakai cincin kawin emas hukumnya haram, karena ada larangan. Solusinya, pria muslim bisa memakai selain emas, seperti palladium, platina/platinum, perak. Untuk memakai permata berlian pria muslim di perbolehkan. Kasimpulan: cincin kawin bukan mahar, kalau mahar bisa dari cincin kawin. Mahar tidak harus berupa cincin kawin, bisa apa saja lebih lengkapnya baca penjelasan seterusnya.. Hukum pemberian cincin kawin dari calon suami kepada calon istri adalah di perbolehkan.  Hukum pemberian cincin kawin bisa berubah menjadi wajib sekaligus menjadi syarat sahnya pernikahan, jika calon suami pernah bernadar akan menjadikan cincin kawin sebagai mahar atau emas. Mahar (emas kawin) mahar dalam islam adalah salah satu hal yang menjadi syarat syahnya pernikahan, mahar di sebut juga dengan istilah shidaq (kebenaran), sebagai bukti keseriusan calon suami kepada calon istri dalam menjaga kesucian syariat allah swt. Menurut terminologi mahar adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri ini tujuannya untuk menimbulkan rasa cinta, kasih sayang di antara keduanya.

Salah satu usaha islam untuk menghargai kedudukan wanita dengan pemberian hak dalam memegang suatu urusan. Perlu di garis bawahi, mahar adalah hak mutlak istri, suami tidak memiliki hak untuk menguasai bahkan meminta. Demikian halnya orang tua istri, mereka juga tidak mempunyai hak terhadap maharnya istri, kecuali istri meridhokannya, baru di perbolehkan. Berbeda pada zaman jahiliyah, hak mahar istri di sia-siakn dan di hilangkan, sehingga walinya dengan semena-mena menggunakan hartanya dan tidak memberikan kesempatan untuk mengurus hartanya.

 Dasar Hukum Mahar (Mas Kawin)

Berikut beberapa penjelasan dari allah swt tentang hukumnya mahar: memberikan mahar kepada para isteri adalah wajib, mahar bukanlah sebagai pembelian atau ganti rugi, di surat (an-nisa’: 4) : وَءَاتُواْ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَـٰتِہِنَّ نِحۡلَةً۬‌ۚ فَإِن طِبۡنَ لَكُمۡ عَن شَىۡءٍ۬ مِّنۡهُ نَفۡسً۬ا فَكُلُوهُ هَنِيٓـًٔ۬ا مَّرِيٓـًٔ۬ا “berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” Jika isteri berkenan memberikan sebagian maharnya kepadamu dengan ikhlas tanpa paksaan, maka terimalah dengan baik, dibolehkan. Di surat (an-nisa’: 20) : وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجٍ۬ مَّڪَانَ زَوۡجٍ۬ وَءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَٮٰهُنَّ قِنطَارً۬ا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡـًٔا‌ۚ أَتَأۡخُذُونَهُ ۥ بُهۡتَـٰنً۬ا وَإِثۡمً۬ا مُّبِينً۬ا “dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?” Mahar menjadikan istri berhati senang dan ridha menerima kekuasaan suaminya kepada dirinya. (q.s.an-nisa: 21) وَكَيۡفَ تَأۡخُذُونَهُ ۥ وَقَدۡ أَفۡضَىٰ بَعۡضُڪُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٍ۬ وَأَخَذۡنَ مِنڪُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظً۬ا ”bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul [bercampur] dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka [isteri-isterimu] telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”.







Produk terbaru

Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar 2D Pengantin Boneka Chubby
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar 2D Kaligrafi Al Ikhlas
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 3.000.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPaket Beli Hantaran Box Fiber Gold Tutup Akrilik
Harga Rp 3.000.000
Lihat Detail
Rp 500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSewa Box Hantaran Fiber Ukir Gold Bentuk Masjid
Harga Rp 500.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar 2Dimensi Kitty Bride
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar Pernikahan Silver Minang Bride
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar Pernikahan Gold Minang Barbie
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar Pernikahan Custom Vespa
Harga Rp 1.500.000
Lihat Detail