Berapa batas minimal dan maksimal mas kawin itu?

Friday, July 29th 2016.

IMG-20160717-WA0039 copy

Para ulama telah sepakat bahwa tidak ada batasan maksimal bagi seorang laki-laki dalam memberikan mas kawinnya. Ia boleh memberikan jumlah yang sangat besar atau lebih besar lagi. Dalam hal ini Imam Ibnu Taimiyyah berkata dalam bukunya Majmu al-Fatawa: 32/195):

 “Bagi orang yang memiliki kelapangan rezeki kemudian ia bermaksud memberikan mas kawin dalam jumlah yang sangat besar, maka tidak mengapa dan boleh-boleh saja sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surat an-Nisa ayat 20:

” …Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka (isteri-isteri) harta yang banyak…”.

Adapun bagi orang yang tidak cukup lapang untuk memberikan mas kawin dalam

jumlah yang banyak, lalu ia memaksakan diri memberikannya karena alasan gengsi atau yang lainnya, maka hukumnya adalah makruh”. Sedangkan mengenai batas minimal mas kawin, para ulama mengatakan bahwa berapa saja jumlahnya selama itu berupa harta atau hal lain yang disamakan dengan harta dan disetujui serta direlakan oleh si calon mempelai wanita, maka hal demikian boleh-boleh saja. Pendapat ini adalah pendapat Jumhur ulama seperti Imam Syafi’I, Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Imam Auzai dan lainnya. Bahkan Ibn Hazm membolehkan kurang dari itu. Ibn Hazm mengatakan bahwa setiap hal yang dapat dibagi dua, boleh dijadikan mas kawin sekalipun ia berupa biji gandum selama ada kerelaan dari calon isteri.

Dalil yang mengatakan bahwa tidak ada batas minimal dalam mas kawin ini adalah berikut ini:

1. Keumuman dari ayat berikut ini:

ُﻜِﻟ ا َﻮْﻣَﺄِﺑ اﻮُﻐَﺘْﺒَﺗ ْنَأ ْﻢُﻜِﻟَذ َءاَرَو ﺎَﻣ ْﻢُﻜَﻟ ﱠﻞِﺣُأَو َﻦﻴِﺤِﻓﺎَﺴُﻣ َﺮْﻴَﻏ َﻦﻴِﻨِﺼْﺤُﻣ ْﻢ ) ءﺎﺴﻨﻟا : 24 (

Artinya: “Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina” (QS. An-Nisa: 24).

Kata “harta” dalam ayat di atas mencakup harta yang sedikit juga harta yang banyak.  Dalam ayat di atas juga tidak disebutkan berapa batasa minimal mas kawin, dan karena tidak dijelaskan batas minimalnya itulah, maka boleh dengan berapa saja selama ada keridhaan dari si calon isteri.

2. Hadit berikut ini di mana Rasulullah saw berkata kepada laki-laki yang siap menikahi seorang wanita yang menyerahkan dirinya untuk dinikahi oleh Rasulullah saw, namun Rasulullah saw tidak berkeinginan menikahinya:

ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﻲﺒﻨﻟا لﺎﻗ : لﺎﻗ ؟ءﻰﺵ ﻦﻣ ﻚﻌﻣ ﻞه : ﻻ , لﺎﻗ )) : ﻮﻟو ﺐﻠﻃﺎﻓ ﺐهذا ﺪﻳﺪﺣ ﻦﻣ ﺎﻤﺗﺎﺥ ] (( ﻢﻠﺴﻣ ﻪﺟﺮﺥأ [

Artinya: “Rasulullah saw bersabda: “Apakah kamu mempunyai sesuatu untuk mas kawinnya?” Lakilaki itu menjawab: “Tidak” Rasulullah saw bersabda kembali: “Carilah sekalipun sebuah cincin dari besi” (HR. Muslim).

Dalam hadits di atas juga tegas bahwa mahar boleh dengan apa saja selama ia berupa harta termasuk sekalipun berupa cincin besi.

Mas kawin adalah hak si perempuan bukan hak walinya.

 Mahar atau mas kawin dalam ajaran Islam merupakan hak calon mempelai wanita dan bukan hak wali. Oleh karena itu, besar kecilnya mahar ditentukan oleh wanita bukan oleh walinya. Namun, tidak mengapa apabila si wanita tersebut berunding dengan walinya untuk menentukan berapa besarnya mas kawin. Meski demikian, keputusan terakhir tetap di tangan si wanita. Apabila si wanita menentukan jumlah mahar terntentu kemudian si wali juga menentukan jumlah tertentu, maka yang diambil adalah ucapan si wanita. Oleh karena mahar adalah hak si wanita, maka si wali ataupun yang lainnya tidak boleh mengambil seluruh atau sebagian jumlah mahar tersebut tanpa ada izin dari si wanita. Oleh karena itu, ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah berpendapat bahwa seorang suami tidak boleh membayar mahar kecuali kepada isterinya atau kepada orang yang diwakilkan oleh isterinya.

Di antara dalil bahwa mahar itu adalah hak si calon mempelai wanita adalah:

 

ﺎًﺌﻳِﺮَﻣ ﺎًﺌﻴِﻨَه ُﻩﻮُﻠ ُﻜَﻓ ﺎًﺴْﻔَﻥ ُﻪْﻨِﻣ ٍءْﻲَﺵ ْﻦَﻋ ْﻢُﻜَﻟ َﻦْﺒِﻃ ْنِﺈَﻓ ًﺔَﻠْﺤِﻥ ﱠﻦِﻬِﺗﺎَﻗُﺪَﺹ َءﺎَﺴﱢﻨﻟا اﻮُﺗاَءَو

Artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan

penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” (QS. An-Nisa: 4).

 

ًﺔَﻀﻳِﺮَﻓ ﱠﻦُهَرﻮُﺟُأ ﱠﻦُهﻮُﺗﺂَﻓ ﱠﻦُﻬْﻨِﻣ ِﻪِﺑ ْﻢُﺘْﻌَﺘْﻤَﺘْﺱا ﺎَﻤَﻓ

Artinya: “Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban” (QS. An-Nisa: 24).







Produk terbaru

Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar 2D Pengantin Boneka Chubby
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar 2D Kaligrafi Al Ikhlas
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 3.000.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPaket Beli Hantaran Box Fiber Gold Tutup Akrilik
Harga Rp 3.000.000
Lihat Detail
Rp 500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSewa Box Hantaran Fiber Ukir Gold Bentuk Masjid
Harga Rp 500.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar 2Dimensi Kitty Bride
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar Pernikahan Silver Minang Bride
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.700.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar Pernikahan Gold Minang Barbie
Harga Rp 1.700.000
Lihat Detail
Rp 1.500.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMahar Pernikahan Custom Vespa
Harga Rp 1.500.000
Lihat Detail